My Erotic Journey

Nina, Isteri yang Baik

July 28, 2009 · 1 Comment

Ini cerita beberapa waktu yang lalu saat aku berkunjung ke Bandung selama beberapa hari. Aku menginap di suatu hotel yang asri dengan interior yang cukup artistik di lingkungan yang tak terlalu ramai dengan udara yang sejuk.

Seperti biasa, ritual yang selalu kulakukan tiap bertandang ke hotel adalah mencoba spa-nya.

Pagi itu aku membooking Nina. Aku sudah mengamati gadis ini sejak beberapa hari sebelumnya. Orangnya mungil, manis dan ramah.

Di kamar terapi sudah disediakan seragam batik untuk pengunjung di atas ranjang. Seperti biasa, aku singkirkan saja seragam lucu itu dan langsung melepas semua pakaianku. Aku ingin Nina langsung melihatku bugil.

Saat dipijat tengkurap, aku biasanya tak banyak omong. Ini saat-saat menikmati pijatan dari si terapis. Pijatan Nina ternyata lumayan enak walaupun tidak luar biasa. Masih kalah sama pijatan terapis Bersih Sehat (Emang BS sering jadi barometerku kalau menilai enak tidaknya pijatan).

Saat selesai bagian belakang dan membalikkan badan, barulah aku mengajak Nina berbincang-bincang. Pertama-tama tentu saja kupuji pijatannya yang enak. Lalu pembicaraan pun mengalir. Kukorek sebanyak mungkin cerita tentang dirinya. Aku memang senang mengetahui kehidupan pribadi terapis yang memijatku.

Ternyata dia asalnya buruh pabrik dan baru sekitar setahun menjadi terapis di spa. Walaupun mungil dan cukup imut, ternyata dia sudah berkeluarga dan memiliki satu anak perempuan. Suaminya kerja di Jakarta dan hanya pulang sekali tiap seminggu atau dua minggu. Dari berbagai pengalaman kerjanya selepas SMA yang diceritakannya padaku, kusimpulkan usianya sekitar 23 tahun.

TKP, tempat Nina melayaniku

TKP, tempat Nina melayaniku

Setelah puas mendengar cerita tentang kehidupan pribadinya, aku menanyakan apakah dia bisa memberikan servis plus. Malu-malu ia mengiyakan. Dengan girang aku mengajaknya bersetubuh. Sayang, rupanya ia hanya mau memberikan HJ dan BJ. Biarpun sudah dibujuk dan dirayu, ia tetap bergeming dengan pendiriannya.

Ya sudah, kupikir daripada nggak sama sekali, yang penting aku ingin Nina mengeluarkan spermaku pagi itu.

Sebelum gadis itu melakukan tugasnya, aku bertanya padanya.

“Nggak apa-apa nih kalau Nina melakukan ini? Nggak apa-apa sama suaminya?”

“Nggak apa-apa..” jawabnya pelan sambil tersenyum.

“Syukurlah,” timpalku. Aku merasa senang kalau ia mantap melakukannya. Beginilah tipe wanita yang kusukai. Walaupun sudah bersuami tapi tidak jual mahal, tetap bersedia melayani dan memberikan kesenangan kepada pria lain.

Ia mulai mengulum dan mengisap alat vitalku sementara aku masih tiduran. Setelah beberapa lama, aku menyuruhnya berganti posisi. Mulanya aku berdiri sedangkan dia berlutut di depanku. Sebetulnya aku paling suka posisi tuan dan jongos seperti itu. Aku bisa berkacak pinggang dan memegangi kepalanya sementara dia bersimpuh di hadapanku berusaha membuatku orgasme dengan mulutnya.

Sayang Nina terlalu mungil dan mungkin aku terlalu tinggi baginya. Dengan posisi itu, ia jadi terlalu mendongak dan jadi cepat pegal. Akhirnya sebagai jalan tengah, aku duduk di tepi ranjang. Dengan posisi sekarang, Nina juga merasa lebih nyaman. Ia bisa menaikturunkan kepalanya untuk membuat alat vitalku menggelosor-gelosor di dalam mulutnya yang mungil. Rambutnya yang semula terikat rapi mulai acak-acakan.

Aku senang sekali melihat pemandangan indah itu. Sayangnya, Nina tidak terlalu mahir dalam BJ. Isapannya kurang kuat. Alhasil, lewat sepuluh menit aku belum juga berhasil mengeluarkan air maniku di dalam mulutnya. Padahal di awal kami sudah sepakat kalau Nina akan meminum air maniku.

Akhirnya dia menyarankan untuk HJ saja. Walaupun agak kecewa, kuiyakan saja usulnya. Aku ingin melakukannya sambil berdiri. Kami lalu mencari tempat yang agak luas di depan cermin. Ternyata genggaman dan kocokan Nina mantap juga. Jelas ia lebih mahir melakukan HJ daripada BJ. Sambil dikocok, aku memeluk erat tubuh Nina.

Semakin kuat kocokannya, semakin dekat aku pada orgasmeku, semakin erat juga pelukanku pada tubuh Nina. Posisi HJ seperti ini sangat kusukai karena aku bisa merasakan keintiman dengan terapisku. Kurasa pelukanku begitu eratnya sampai seolah aku akan meremukkan tubuh Nina yang mungil. Apalagi aku sambil membayangkan suaminya yang mungkin akan gigit jari kalau melihat isterinya melayaniku seperti itu.

Tak butuh waktu lama, aku memuncratkan air maniku yang kental ke atas lantai berubin seperti batu itu. Sambil terengah-engah menikmati orgasme, tetap kupeluk erat Nina seperti kekasihku sendiri. Aku benar-benar puas!

Kulihat rambut Nina benar-benar acak-acakan sekarang. Make up-nya belepotan karena sebagian mukanya tadi menempel di dadaku yang berkeringat dan berminyak. Aku benar-benar puas melihat hasil karyaku pada dirinya. Aku benar-benar puas karena berhasil ngerjain isteri orang.

Sambil istirahat, aku memperhatikan dia membersihkan air maniku yang berceceran di lantai. Setelah itu Nina membereskan bajunya dan rambutnya. Rupanya ia tak menyadari make up-nya yang berantakan. Karenanya sebelum ia meninggalkan ruangan, kuingatkan dirinya.

Aku berdiri di belakangnya, memperhatikan sambil tersenyum saat ia memoles kembali wajahnya di depan cermin. Setelah itu barulah aku pergi mandi dengan air hangat. Aku baru menyelesaikan mandiku saat Nina kembali masuk ke dalam ruangan membawakan sepoci green tea.

Sambil kuucapkan terima kasih, kucatat nomor HP-nya dan kukecup keningnya. Ia pun tersenyum ramah dan meninggalkan ruangan. Walaupun sederhana, aku benar-benar terkesan dengan pelayanan Nina, seorang isteri yang baik….

→ 1 CommentCategories: Bandung · Gadis Sunda · Nina · Pijat
Tagged: , , ,

Masihkah Gadis Melayu Konservatif?

July 27, 2009 · 1 Comment

Siang ini saat lunch aku mendapatkan nikmat pemandangan yang indah. Seorang gadis melayu cantik dan bertubuh seksi memperlihatkan keindahan tubuhnya di depan mataku. Ia mengenakan kaus ketat orange menampakkan lengannya yang mulus dan sebagian dadanya. Celana pendek jean-nya sangat minim sehingga aku leluasa menikmati pahanya yang mulus.

Gadis melayu sexy. Maaf pahanya yang mulus tak begitu terlihat di foto ini.

Gadis melayu sexy. Maaf pahanya yang mulus tak begitu terlihat di foto ini padahal saat itu ia mengenakan hot pants yang super pendek.

Berlebihan? Hehehe… dari satu sisi mungkin juga sih. Soalnya aku sebetulnya bisa leluasa menikmati pemandangan indah yang bahkan lebih terbuka lagi dari gadis-gadis China. Wanita China, mulai dari gadis ABG sampai MILF dari berbagai golongan (mahasiswi, pekerja, ibu rumah tangga, turis, dsb.) memang biasanya lebih bermurah hati memperlihatkan kulit mereka kepada kaum adam.

Bagaimanapun juga, aku tetap sangat menghargai gadis melayu yang duduk di hadapanku itu. Soalnya mendapatkan pemandangan indah seperti itu dari seorang gadis melayu sangatlah langka. Penampilan gadis melayu di KL sehari-hari bisa dilihat dari cara berpakaian teman si gadis yang duduk di hadapannya itu. Bertudung dan sangat sedikit kulit yang diperlihatkan.

Malah awalnya aku sempat mengira dia itu seorang gadis china karena cara berpakaiannya. Setelah menperhatikan secara seksama, barulah aku ngeh kalau dia itu memang seorang melayu sejati! Amboi… Benar-benar bagaikan harta terpendam yang baru dibuka untuk dinikmati keindahannya…

Jadi, aku tetap sangat menghargai kemurahan hati si gadis melayu budiman yang dengan percaya diri menampilkan dirinya apa adanya bagi kaum adam seperti diriku… :)

→ 1 CommentCategories: Gadis Melayu Malaysia · Kuala Lumpur · Observasi
Tagged: , ,

Josephine

July 26, 2009 · Leave a Comment

Minggu pagi ini aku menemui Josephine di rumah kontrakannya yang sederhana. Ini pertemuanku yang ke-20 dengannya, atau yang ke-13 di rumah kontrakannya.

Pagi yang hujan gerimis ditemani awan mendung memang merupakan saat yang tepat buat dipijat. Aku sengaja memilih hari Minggu pagi supaya bisa lama chit chat dengannya. Aku sampai sekitar pukul 10.40.

Begitu masuk kamar tidurnya, tanpa basa-basi aku langsung menanggalkan seluruh pakaianku. Aku sudah terbiasa bugil di hadapannya.

Sambil merendam kedua kakiku, seperti biasa ia curhat padaku. Aku hanya jadi pendengarnya yang setia sambil memegang-megang paha dan tangannya.

Josephine

Josephine

Puas curhat, aku disuruhnya naik ke atas tempat tidurnya untuk dipijat. Sebelumnya, tentu saja seperti biasa, aku memeluk tubuhnya dengan erat. Tubuh telanjangku kutempelkan seluruhnya ke tubuhnya yang halus. Kuciumi dan kuhisap bahunya yang terbuka. Tanganku meraba belakang lehernya dan punggungnya.

Kutempelkan alat vitalku yang telanjang ke perut bagian bawahnya. Saat menempel, sedikit demi sedikit alat vitalku mulai menegang. Kubiarkan alat vitalku dalam posisi seperti itu dan kunikmati betul. Josephine sudah tahu kebiasaanku itu dan membiarkannya saja.

Saat aku melepaskan tubuhnya, dia melihat pada alat vitalku yang sudah menegang.

Aku berbaring telungkup menikmati pijatannya. Pijatan Josephine memang tiada duanya. Walaupun usianya masih muda tapi kualitas pijatannya kurang lebih sama dengan pijatan terapis top di Bersih Sehat Jakarta. Bahkan mungkin lebih!

Josephine tak pernah memijat tulang. Menurutnya itu tak baik. Ia selalu memijat otot. Kurasa teorinya benar karena aku selalu merasa badanku enak sekali sehabis dipijatnya. Badanku kadang malah sakit kalau habis dipijat oleh terapis yang senang memijat tulang.

Yang jelas, terapis Bersih Sehat tak ada yang berani menyentuh alat vitalku walaupun aku juga selalu bugil di hadapan mereka. Apalagi mengurut alat vitalku sampai aku ejakulasi… Akan kujadikan langgananku seumur hidup deh kalau sampai ketemu terapis Bersih Sehat yang seperti itu.

Balik lagi ke Josephine. Kunikmati benar-benar pijatannya yang kuat dan mantap pada seluruh tubuhku. Mulai kepala, bahu, punggung, pinggang, pantat, paha, betis dan telapak kaki sambil diiringi musik spa yang mengalun merdu.

Kunikmati saat dengkulnya dipakai memijat pantatku. Enak sekali. Ritual memijat dilakukannya cukup lama. Selanjutnya dia mengurut seluruh badanku dengan beberapa macam minyak & lotion.

Setelah beberapa jam, ia mempersilakanku untuk buang air kecil ke kamar mandinya yang kecil dan sederhana. Ketika kembali, aku disuruhnya duduk supaya ia bisa memijat leherku. Enak sekali…

Selesai dipijat leher, aku disuruhnya telentang untuk treatment berikutnya. Ia memijat bagian atas tubuhku dari sebelah atas kepalaku. Saat memijat perutku, kedua payudaranya berkali-kali menyentuh mukaku. Tak kusia-siakan kesempatan, kukecup payudaranya saat melalui mulutku.

Saat ia memijat kedua kakiku, kusempatkan juga meraba punggung bagian bawahnya. Ia membiarkan saja aku berbuat demikian.

Tangannya yang lembut mempermainkan dan memijati alat vitalku. Enak sekali. Kurang lebih sepuluh menit dia memijati buah zakar, pangkal alat vital dan sekitar selangkanganku. Sambil menikmati belaian tangannya, mataku menikmati keindahan tubuh Josephine yang kuning langsat dibalut tank top tipis berwarna ungu.

Lalu dia dengan garangnya mengocok alat vitalku. Aku mengerang-erang tak berdaya diperlakukan seperti itu. Ia selalu tersenyum bila sudah melihatku seperti itu. Air maniku muncrat saat ia mengocok. Seperti biasa, ia akan terus mengocok walaupun aku telah keluar. Aku benar-benar suka diperlakukan seperti itu!

Pukul 2pm kurang aku meninggalkan rumahnya. Selesai makan di food court Low Yat, aku naik monorail disambung taxi pulang ke condo-ku. Sore itu aku tidur dengan mantap sekali. Seluruh badan rasanya enak sehabis dipijat.

→ Leave a CommentCategories: Gadis China Malaysia · Josephine · Kuala Lumpur · Pijat
Tagged: , , ,